Ekonomi Daerah

Laman

Kamis, 03 November 2016

BI: ekonomi kuat hadapi dinamika politik

Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kondisi ekonomi domestik cukup kuat dan mampu menahan potensi arus dana keluar, meskipun ada tekanan dari dinamika politik domestik dan juga ketidakpastian ekonomi global.

"Malah terlihat (dana asing) masih akan masuk, itu tanda kondisi ekonomi kita cukup menguat dan itu cukup prospektif dan membuat asing percaya diri yang mendorong dana terus masuk," kata Perry di Jakarta, Kamis.

Perry tidak menjawab spesifik mengenai dampak tekanan ke pasar keuangan menyusul rencana demonstrasi besar-besaran berbagai kelompok masyarakat pada Jumat esok, yang direspon pemerintah dengan pengamanan ketat.

Dia hanya lantas mengatakan investor dan pelaku pasar sudah memercayai ekonomi domestik terus berproses untuk pulih sejak pertengahan 2015.

"Asing percaya diri masuk. Itu menjadikan kurs sampai hari ini dan Insya Allah akan terus berlanjut stabil bahkan ada kecenderungan menguat," ujarnya.

Kokohnya ekonomi domestik, kata Perry, ditandai dengan modal asing yang masuk (capital inflow) ke pasar modal dan obligasi sebesar Rp157 triliun hingga pekan terakhir Oktober 2016.

Jumlah itu jauh lebih besar dibanding dana asing yang masuk pada 2015 sebesar Rp55 triliun.

Di kuartal IV 2016, Perry melihat, potensi dana luar negeri masuk akan semakin besar. Salah satu penyebabnya adalah realisasi dari repatriasi dana program amnesti pajak yang selama ini mengendap di luar negeri.

Perkiraan Perry, hingga akhir Desember 2016, dana repatriasi akan menambah Rp100 triliun ke total modal asing yang masuk (capital inflow).

Perkiraaan angka tersebut dari catatan dana repatriasi di periode pertama amnesti pajak sebesar Rp143 triliun, yang akan disalurkan dengan jangka waktu hingga akhir Desember 2016.

Namun, Perry mengakui, gejolak di pasar keuangan global masih membayangi. Jika tidak hati-hati, alih-alih dana masuk, sebaliknya bisa saja terjadi dana keluar.

Beberapa potensi gejolak dari global itu antara lain bersumber dari Pemilihan Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat pada 8 November 2016, dan rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada Desember 2016.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Anggota DPR dukung penguatan Pertamina

Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Anggota Komisi VII DPR Aryo Djojohadikusumo mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat Pertamina guna mencapai kedaulatan energi, sebagaimana dinyatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Thahar.

"Demi kedaulatan energi maka Pertamina sebagai national oil company (NOC) memang harus ditingkatkan," katanya di Jakarta, Kamis.

Melalui keterangan tertulis, dia mengatakan, upaya penguatan BUMN tersebut termasuk dengan menjadikan SKK Migas berada di bawah Pertamina.

Menurut Aryo, salah satu upaya untuk mewujudkan amanah Pasal 33 UUD 1945, adalah dengan menjadikan BUMN sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Oleh karena itu BUMN seperti Pertamina harus diperkuat, baik dari segi kinerja maupun korporasi.

"Kami rasa Pertamina sudah saatnya diperkuat. Apalagi SDM Pertamina juga sudah jauh lebih baik. Kalau di negara lain bisa, termasuk Petronas dan Saudi Aramco, kenapa kita tidak," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Aryo mengatakan, bahwa penguatan Pertamina melalui revisi UU Migas sejalan dengan revisi UU yang lain, yakni UU BUMN.

Saat ini, tambahnya, pemerintah juga berencana membuat holding-holding BUMN, salah satunya holding BUMN energi, sehingga revisi kedua UU tersebut bisa mengakomodir masukan-masukan tersebut.

"Pembahasan revisi UU Migas tidak akan berhasil tanpa kerja sama antara legislatif dan eksekutif. Dan karena rencana eksekutif adalah melakukan holding BUMN energi, maka kenapa tidak kita siapkan saja payung hukum untuk melakukan pengawasan terhadap SKK Migas," katanya.

Melalui pembahasan tersebut, menurut dia, maka nanti KKKS asing tidak akan merasa dianaktirikan oleh SKK Migas jika telah berada di bawah Pertamina.

Sebelumnya, Arcandra Tahar menyatakan bahwa UU Migas yang baru harus memperkuat National Oil Company (NOC) atau BUMN perminyakan, sehingga ada kemungkinan bahwa SKK Migas akan menjadi unit di bawah Pertamina.

Dia menambahkan, cadangan migas nasional yang saat ini dikuasakan kepada SKK Migas nantinya akan berpindah ke Pertamina.

Cadangan migas nasional akan dijadikan leverage alias aset yang dapat digunakan Pertamina untuk mencari pinjaman.

Dengan begitu, keuangan Pertamina bisa lebih kuat, lebih gesit, bisa berinvestasi untuk eksplorasi migas, membangun infrastruktur-infrastruktur migas, dan sebagainya. "Masalah aset, bisa kita monetisasi sebagai leverage. Sementara ini aset migas kita dikelola oleh SKK Migas yang bukan lembaga bisnis. Sekarang bagaimana agar aset-aset ini bisa kita manfaatkan agar NOC kita kuat," ujarnya.

Penguatan NOC ini, sambungnya, bertujuan untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Arcandra ingin Pertamina bisa seperti Saudi Aramco di Arab Saudi, Petrobras di Brasil, atau Petronas di Malaysia.

Wamen mengungkapkan, saat ini kontribusi NOC terhadap produksi nasional seperti Saudi Aramco di atas 95 persen, Statoil, Petrobras juga di atas 80 persen, Petronas di atas 50 persen.

"Kalau UU Migas kita mengarah pd kedaulatan energi, berapa kontribusi Pertamina terhadap produksi nasional? Sekarang sekitar 24 persen. Adalah sebuah keharusan untuk memperkuat NOC kalau kita mau bicara tentang kedaulatan energi. Sekarang kita sepakat mau memperkuat NOC? Kalau iya, maka pertanyaan mengenai seperti apa nantinya SKK Migas kita sudah punya koridor," ujarnya.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

BI: ekonomi kuat hadapi dinamika politik

BI: ekonomi kuat hadapi dinamika politik

Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kondisi ekonomi domestik cukup kuat dan mampu menahan potensi arus dana keluar, meskipun ada tekanan dari dinamika politik domestik dan juga ketidakpastian ekonomi ...



Anggota DPR dukung penguatan Pertamina

Anggota DPR dukung penguatan Pertamina

Anggota Komisi VII DPR Aryo Djojohadikusumo mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat Pertamina guna mencapai kedaulatan energi, sebagaimana dinyatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra ...



Rabu, 02 November 2016

Indonesia dikunjungi 8,36 juta wisman hingga September

Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Indonesia dikunjungi 8,36 juta wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga September 2016 atau tumbuh 8,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, mengatakan capaian kunjungan wisman pada Januari hingga September 2016 sebesar 8,36 juta wisman semakin menguatkan keyakinan akan tercapainya target 12 juta wisman hingga akhir tahun ini.

"Selama tiga bulan berturut-turut yakni Juli, Agustus, dan September 2016 jumlah kunjungan wisman menembus angka di atas 1 juta wisman. Kita harapkan pada Oktober, November, dan Desember akan meningkat lagi," katanya.

Tercatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2016 mencapai 1.006.653 orang atau mengalami peningkatan sebesar 9,40 persen dibandingkan dengan September 2015 yang berjumlah 920.128 wisman.

Data BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan secara kumulatif kunjungan wisman pada Januari hingga September 2016 mencapai 8.362.963 orang atau meningkat sebesar 8,51 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang 7.707.034 wisman.

Kunjungan wisman berdasarkan kebangsaan pada September 2016 di 19 pintu utama dibandingkan September 2015 yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Bahrain sebesar 46,84 persen, Mesir 42,86 persen, Tiongkok 28,08 persen, India 26,61 persen, dan Prancis 18,92 persen.

Secara komulatif Januari hingga September 2016 yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu Mesir sebesar 48,72 persen, Bahrain 46,33 persen, India 28,90 persen, Tiongkok 24,15 persen, dan Prancis 23,15 persen.

Menpar Arief Yahya menjelaskan upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman di penghujung tahun, antara lain dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan menarik, terutama di tiga pintu utama (great) Bali, great Jakarta, dan great Batam.

"Bali mempersiapkan puluhan kegiatan menarik sebagai year end untuk meningkatkan kunjungan wisman yang tahun ini menargetkan sebanyak 4,8 juta wisman atau memberikan kontribusi sebesar 45 persen dari total kunjungan wisman secara nasional," kata Arief Yahya.

Begitu pula Bintan, Kepulauan Riau, yang pada November-Desember 2016 akan menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan sport tourism dan entertaintment bertaraf internasional yang diharapkan akan menarik banyak wisman dari Singapura dan Malaysia. Tahun ini, Great Batam/Bintan menargetkan kunjungan 2,5 juta wisman.

Menurut Arief, Pulau Bintan memang merupakan satu di antara destinasi wisata yang potensial untuk wisata daerah perbatasan.

Destinasi lain wisata daerah perbatasan adalah Manado, Papua, Entikong, dan Atambua.

Kemenpar menggencarkan promosi dengan menggelar festival kesenian di sejumlah wilayah untuk menarik wisman dari negara perbatasan.

Misalnya, belum lama ini Kemenpar menggelar Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat untuk menarik kunjungan wisman dari Negeri Serawak, Malaysia.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Harga minyak dunia anjlok

New York (ANTARA ) - Harga minyak dunia mengalami penurunan besar pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data resmi menunjukkan rekor kenaikan mingguan dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 14,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Oktober, jauh di atas ekspektasi analis bertambah satu juta barel.

Penambahan stok tersebut merupakan kenaikan terbesar yang pernah terjadi dalam stok minyak mentah AS dalam seminggu.

Laporan EIA juga menunjukkan bahwa total produksi minyak mentah dalam negeri meningkat 18.000 barel per hari menjadi 8,522 juta barel per hari.

Sementara itu, meningkatnya produksi dari anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga menekan harga.

Produksi OPEC kemungkinan mencapai rekor tinggi baru pada Oktober di 33,82 juta barel per hari dari revisi 33,69 juta barel per hari pada September, menurut survei Reuters, Senin (31/10).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 1,33 dolar AS menjadi menetap di 45,34 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari kehilangan 1,28 dolar AS menjadi ditutup pada 46,86 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Harga minyak dunia anjlok

Harga minyak dunia anjlok

Harga minyak dunia mengalami penurunan besar pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data resmi menunjukkan rekor kenaikan mingguan dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan ...