Ekonomi Daerah

Laman

Rabu, 19 Oktober 2016

Komisaris-Direksi Bank Sulut-Go Belum Penuhi Syarat

Manado, (ANTARAGORONTALO) - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku utara (Sulutgomalut) Elyanus Pongsoda mengatakan dua direksi dan tiga komisaris terpilih Bank Sulut Gorontalo (Bank Sulutgo) belum penuhi syarat untuk menduduki jabatan tersebut.

"Syarat yang belum dipenuhi kelima calon pimpinan Bank Sulutgo tersebut yakni sertifikat manajemen risiko (SMR) yang menjadi persyarakat untuk mengikuti fit and proper test (FPT) atau uji kepatutan dan kelayakan," kata Elyanus di Manado, Rabu.

Direksi dan komisaris lainnya yang telah memenuhi syarat akan didahulukan untuk diwawancara sehingga segera ada pengurus yang definitif sambil menunggu yang lain melengkapi.

"Saya kira bisa cepat karena sesuai info ada ujian SMR yang dilaksanakan di Jakarta setiap sabtu, mudah-mudahan mereka sudah ujian karena saya telah memberitahu kekurungan dokumen kepada lima calon awal minggu lalu," jelasnya.

Kelima calon tersebut kalaupun sudah ujian SMR dan dinyatakan cukup disampailan terlebih dahulu surat keterangan lulus.  
   
"Biasanya surat keterangan lulus bisa diterbitkan tiga hari setelah ujian dan hasil itu cukup untuk tindak lanjut wawancara di OJK sambil menunggu sertifikat keluar 20 hari setelah ujian," katanya.

Namun, katanya, jika ada calon yang tidak lolos FPT, masih memerlukan waktu yang cukup lama lagi karena harus dilakukan ujian kembali.

Kami akan mendahulukan FPT bagi calon yang telah memenuhi syarat  SMR, karena bank ini harus beroperasi normal, jadi butuh pimpinan segera mungkin.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Harga Beras-Gula Di Bone Bolango Fluktuasi

Gorontalo,  (ANTARA GORONTALO) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone Bolango menilai dua bahan pokok seperti beras dan gula pasir, harganya sangat rentan bergejolak atau fluktuatif di pasar tradisional setempat.

Kepala Bidang Perdagangan, Sofyan Marali, Rabu, mengatakan, naik turunya harga beras ditentukan oleh musim panen di daerah itu.

Sebelum datang musim panen beras secara besar-besaran, harganya bisa mencapai Rp10 ribu/kilogram. Itu naik sebesar 20 hingga 25 persen dari harga normal Rp7.500/kilogram.

Sementara untuk kenaikan gula pasir juga ditentukan oleh kelangkaan, yakni penjualan di beberapa pasar tradisional di Bone Bolango, harganya bisa mencapai Rp14ribu/kilogram.

"Harga normal gula pasir adalah Rp13 ribu/kilogram, kalau tidak terjadi kelangkaan," jelas Sofyan.

Namun kenaikan harga gula pasir tidak menjadi kekhawatiran bagi daerah, karena tidak begitu besar. Sebab kenaikan itu masih dalam keadaan normal.

"Intervensi pemerintah daerah untuk gula pasir tidak begitu besar. Banyaknya pasokan gula pasir dari luar daerah membuat harga gula akan turun dengan sendirinya," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga secara besar-besaran seperti mendekati bulan puasa atau lebaran idul fitri, maka daerah akan menggandeng pihak lain, seperti Bulog dan dinas terkait di Provinsi, untuk memasok bahan baku ke pasar agar harga bisa kembali normal.

Yakni Caranya dengan mengadakan operasi pasar murah dengan sasaran masyarakat kurang mampu.

"Hal itu akibat dari daerah yang kekurangan anggaran untuk melakukan intervensi sendiri kepada pasar," tutupnya.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komisaris-Direksi Bank Sulut-Go Belum Penuhi Syarat

Komisaris-Direksi Bank Sulut-Go Belum Penuhi Syarat

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku utara (Sulutgomalut) Elyanus Pongsoda mengatakan dua direksi dan tiga komisaris terpilih Bank Sulut Gorontalo (Bank Sulutgo) belum penuhi syarat untuk ...



Harga Beras-Gula Di Bone Bolango Fluktuasi

Harga Beras-Gula Di Bone Bolango Fluktuasi

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone Bolango menilai dua bahan pokok seperti beras dan gula pasir, harganya sangat rentan bergejolak atau fluktuatif di pasar tradisional setempat. Kepala Bidang ...



Selasa, 18 Oktober 2016

Harga minyak dunia naik didukung optimisme kesepakatan OPEC

New York (ANTARA GORONTALO) - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjanji untuk membatasi produksi ketika mereka bertemu pada November.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak menetapkan untuk membahas rincian seputar usulan kelompoknya guna memangkas produksi mereka dengan anggota non OPEC Rusia pada November.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada Selasa menepis kekhawatiran bahwa Rusia akan menggagalkan rencana kartel untuk membatasi produksi minyak, mengatakan negara itu telah sangat aktif dalam mencoba untuk menstabilkan pasar minyak yang terus melemah, menurut laporan media.

Harga minyak telah naik sekitar 13 persen dari tiga minggu lalu setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengusulkan penurunan atau pembekuan produksi pertama dalam delapan tahun terakhir pada bulan lalu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah 0,35 dolar AS menjadi menetap di 50,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 0,16 dolar AS menjadi ditutup pada 51,68 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, demikian Xinhua.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Harga minyak dunia naik didukung optimisme kesepakatan OPEC

Harga minyak dunia naik didukung optimisme kesepakatan OPEC

Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjanji untuk membatasi produksi ketika mereka bertemu pada November. Organisasi ...



Pemerintah tugasi Bulog serap cabai

Jakarta (ANTARA GORONTALO) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menugasi Perum Bulog menyerap produksi cabai guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya disparitas harga tinggi selama musim hujan.

"Kami sepakat menugaskan BUMN untuk menyerap sehingga rantai pasoknya bisa lebih pendek karena harganya naik di atas 100 persen, disparitasnya pun 100 persen lebih," kata Menteri Pertanian usai mengikuti rapat koordinasi tentang ketersediaan pangan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, meski harganya naik, produksi dan ketersediaan cabai masih aman, itu terlihat dari harga cabai di tingkat petani yang berkisar Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

Pemerintah juga mengantisipasi penurunan suplai cabai selama musim penghujan dengan membuat lumbung cabai di beberapa kabupaten, salah satunya di Malang, Jawa Timur.

"Kami minta pada Dirjen dan Direktur di Kementerian Pertanian untuk menjaga produksi cabai pada saat off season agar tetap aman seperti saat peak season," kata Amran.

Menteri Pertanian menjelaskan pula bahwa pasokan bawang dan beras aman hingga 2017.

"Alhamdulillah ada penurunan 0,9 persen harga beras sekarang. Stok kita kurang lebih 2 juta ton, itu cukup untuk kebutuhan dalam negeri sampai Mei 2017," tutur dia.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2016