Ekonomi Daerah

Laman

Senin, 05 Februari 2018

Inflasi perdesaan di Gorontalo 1,44 persen

Gorontalo, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada bulan Januari 2018, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar 1,44 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Gorontalo Abdul Asman, Senin, mengatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada tujuh kelompok pengeluaran rumah tangga.

Yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,77 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan 0,08 persen, kelompok sandang sebesar 0,14 persen.

Kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,44 persen dan kelompok transportasi dan komunikasi 0,07 persen.

"Dari kawasan timur Indonesia terjadi inflasi perdesaan di seluruh provinsi," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa inflasi tertinggi yakni Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,55 persen, diikuti oleh Provinsi Gorontalo sebesar 1,44 persen, kemudian Sulawesi Utara sebesar 1,41 persen dan Sulawesi Tenggara 1,31 persen.

Sedangkan untuk Kota Gorontalo, pada bulan Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,68 persen. Inflasi Kota Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan indeks di enam kelompok pengeluaran dan satu kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks.

Ia menjelaskan, laju inflasi tahun kalender sebesar 0,68 persen dan laju inflasi year on year dari bulan Januari 2018 terhadap bulan Januari 2017 sebesar 3,72 persen.

"Inflasi inti bulan Januari di Kota Gorontalo sebesar 0,28 persen, inflasi yang diatur pemerintah sebesar 0,02 persen dan inflasi bergejolak sebesar 2,28 persen," pungkasnya.

Minggu, 04 Februari 2018

Kemendag Setujui Impor Jagung 171.660 Ton

Jakarta (Antaranews Gorontalo) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Persetujuan Impor (PI) jagung sebanyak 171.660 ton untuk kebutuhan industri dalam negeri bagi lima perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Produsen (API-P).

"Total PI yang sudah keluar tahun 2018 sebanyak 171.660 ton untuk lima perusahaan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Minggu.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Jagung.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa jagung dapat diimpor untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan bahan baku industri. Impor jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan hanya bisa dilakukan oleh Perum Bulog setelah mendapatkan penugasan dari pemerintah.

Impor jagung untuk pemenuhan kebutuhan pangan hanya dapat dilakukan oleh Perum Bulog dan perusahaan pemilik API-P. Sementara impor jagung untuk bahan baku industri hanya bisa dilakukan oleh perusahaan pemegang API-P.

Jagung yang diimpor oleh perusahaan pemilik API-P hanya dapat digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk kebutuhan proses sendiri dan dilarang untuk diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Untuk mendapatkan persetujuan impor tersebut, perusahaan pemilik API-P harus mengajukan izin secara elektronik, dengan melampirkan API-P, dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

Selain itu juga bukti penguasaan tempat penyimpanan dan surat pernyataan dari pemohon yang mencantumkan kapasitas produksi industri berbahan baku jagung. Saat ini, impor jagung tidak lagi memerlukan rekomendasi dari Kementerian Pertanian.

"Sesuai arahan rakor di tim tata niaga impor (tanpa rekomendasi), untuk melakukan penyederhanaan perizinan," ujar Oke.

Pada 2017, total persetujuan impor jagung yang telah dikeluarkan sebanyak 524.425 ton. Dari jumlah persetujuan impor tersebut, total realisasi sebesar 301.487 ton.

Akademisi: kenaikan beras berdampak untuk masyarakat kecil

Gorontalo, (Antara) - Akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Zainudin Antuli mengatakan kenaikan beras yang terjadi sejak awal 2018, bisa berdampak pada masyarakat kecil jika tidak diantisipasi secara optimal.

"Kenaikan harga beras walau tidak secara signifikasn, secara tidak langsung pasti berdampak pada perekonomian di Gorontalo, terlebih akan sangat dirasakan bagi para masyarakat kurang mampu," katanya, Minggu.

Kabar yang beredar terkait kenaikan beras secara nasional tersebut tentunya membuat harga beras di pasaran naik, dan menyebabkan masyarakat yang memiliki ekonomi lemah akan semakin kesulitan membeli beras.

"Akibat dari adanya kenaikan beras yang beredar di Indonesia, pasti akan berpengaruh terhadap pemasaran beras di Gorontalo, bahkan dengan tingginya harga penjualan beras dapat mengurangi daya beli konsumen," ungkapnya.

Zainudin juga menjelaskan dengan beredarnya isu kenaikan harga beras tersebut, pasti bisa menimbulkan spekulasi dari para distributor maupun pengecer untuk melakukan penimbunan beras.

"Oleh karena itu, adanya pemantauan langsung dengan melakukan operasi pasar sangatlah penting untuk dapat menekan angka kenaikan harga beras tersebut," tambahnya lagi.

Sementara itu, dengan adanya peredaran isu kenaikan harga di pasaran Gorontalo pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan melakukan pemantauan stok beras di gudang Bulog dan peninjauan ke pasar sentral Kota Gorontalo.

"Hasil pantauan kita di gudang Bulog, stok beras Gorontalo aman," kata Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim kepada sejumlah wartawan, yang turut serta pada pemantauan tersebut.

Di sisi lain, pihak Perum Bulog Sub Divisi Regional (Sub Divre) Gorontalo juga telah menggelar Operasi Pasar untuk menekan kenaikan harga beras di Pasaran Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

"Kita melakukan Operasi Pasar dengan cara menekan langsung ke distributor hingga pengecer," ujarnya Kepala Bulog Subdivre Gorontalo Castro Hermanses.

Sabtu, 03 Februari 2018

Lama Tinggal Tamu di Gorontalo Turun 0,16 Poin

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa secara keseluruhan rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri pada hotel serta akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada Desember 2017 mengalami penurunan 0,16 poin dibanding November 2017.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro, Sabtu, mengatakan bahwa pada Desember 2017 data menunjukan bahwa lama tinggal tamu yaitu selama 1,66 hari.

"Jika dibandingkan antara tamu domestik dan tamu asing maka rata-rata lama menginap tamu domestik pada bulan Desember 2017 lebih singkat dibandingkan tamu asing, yaitu masing-masing 1,65 hari untuk domestik dan 2,05 hari untuk tamu asing," katanya.

Jika dirinci menurut kabupaten/kota, rata=rata lama menginap tamu pada bulan Desember 2017 tertinggi terjadi di Kabupaten Gorontalo selama 4,08 hari.

Diikuti oleh Kota Gorontalo selama 1,67 hari, Kabupaten Gorontalo Utara 1,48 hari serta Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato masing-masing 1,31 hari dan 1,01 hari.

"Secara total, lama rata-rata menginap tamu hotel berbintang di Kota Gorontalo pada bulan Desember 2017 adalah 1,36 hari, lebih singkat dibanding akomodasi lainnya yaitu selama 2,81 hari," kata dia.

Jika dibandingkan dengan keadaan bulan November 2017, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang mengalami penurunan sebesar 0,29 poin.

"Begitu pun rata-rata lama menginap tamu akomodasi lainnya yang menurun sebesar 0,21 poin," katanya.

Secara total, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel/akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo pada tahun 2017 sebesar 39,26 persen atau mengalami peningkatan 6,32 poin dibandingkan TPK pada tahun 2016 yang tercatat sebesar 32,94 persen.

Sedangkan untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan dalam negeri (domestik) di tahun 2017 yang sebesar 1,85 hari adalah sedikit lebih lama dibanding kondisi tahun 2016 yang sebesar 1,52 hari.

Menkeu: Saatnya Universitas Jadi Penggerak Inovasi dan Teknologi

Depok (Antaranews Gorontalo) - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan menghadapi revolusi industri 4.0, saatnya universitas menjadi roda penggerak inovasi dan pengembangan teknologi dengan pendekatan Triple Helix dalam hilirisasi riset, yaitu sinergi antara pemerintah, swasta dan perguruan tinggi.

"Nanti ke depannya, tren ini akan berubah menjadi kerja sama N-helix, yang tidak hanya melibatkan perguruan tinggi, swasta, dan pemerintah, namun juga kelompok masyarakat, filantropi, dan organisasi dalam dan luar negeri," katanya dalam upacara wisuda program pascasarjana ketika memberikan orasi yang berjudul "Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi Indonesia Serta Upaya Mencapai Cita-Cita Nasional", di Balairung UI Depok, Sabtu.

Dalam orasinya, ia membicarakan tentang era revolusi industri 4.0 yang mempunyai ciri otomasi dan ekonomi digital.

Perkembangan super-computer, robot, artificial intelligence, dan modifikasi genetik mengakibatkan pergeseran tren tenaga kerja, yang tidak lagi bergantung pada tenaga manusia, tapi pada mesin.

Studi dari McKinsey (2016) menyebutkan bahwa pada lima tahun kedepan sebesar 52,6 juta jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin.

Hal tersebut mengikuti tren global di mana 60 persen pekerjaan akan mengadopsi sistem otomatisasi, dan 30 persen akan menggunakan mesin berteknologi digital.

Ini berdampak pada pergeseran tren dunia dari sektor manufaktur ke sektor jasa yang membutuhkan tenaga kerja jenis middle-higher skilled, bukan lagi low-skilled labour.

Di sisi lain, revolusi industri 4.0 juga membuka peluang baru. Indonesia dengan demografi penduduk yang sebagian besar berada di usia produktif dan kelas menengah, serta status sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, mempunyai potensi sebagai pemimpin e-commerce dalam era ekonomi digital.

Sementara itu Rektor UI, Prof. Muhammad Anis, juga membicarakan tentang revolusi industri 4.0.

"Dengan adanya era revolusi industri 4.0, teknologi informasi menjadi lekat dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.

Untuk mengimbangi perkembangan ini, UI saat ini menawarkan beberapa mata kuliah yang membahas digital dan big data analysis.

Selain itu, saat ini UI mengintensifkan kegiatan perkuliahan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diharapkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa dari berbagai lapisan masyarakat untuk dapat menikmati pembelajaran di UI.

Dalam wisuda Program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor serta Upacara Wisuda Program Sarjana dan Program Diploma/Vokasi semester Gasal tahun akademik 2018/2019 jumlah total Wisudawan dari jenjang D3-S3 sebanyak 3.760 wisudawan.

Pada tahun akademik 2018/2019 kali ini, UI menghasilkan 103 Doktor dari 14 Fakultas dan 2 Sekolah Pascasarjana UI dimana sebanyak 641 wisudawan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Upacara program pascasarjana ini dihadiri sebanyak 1.617 Wisudawan yang terdiri atas 79 wisudawan Program Profesi, 315 wisudawan Program Spesialis, 1.120 wisudawan Program Magister dan 103 wisudawan Program Doktor.

Jumat, 02 Februari 2018

KKP Targetkan 60 ribu Pelapor Pajak Gorontalo

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gorontalo Ahmad Tirto Nugroho, mengatakan pihaknya menargetkan tahun 2018 ada 60.000 orang dan badan yang melaporkan Surat Pajak Tahunan (SPT).

Hal itu meningkat dari tahun 2017 yang hanya 55.000 orang. Sedangkan penerimaan pajak Gorontalo di tahun 2018 sebesar satu triliun rupiah.

Ia meningatkan batas waktu penyampaian SPT bagi seluruh wajib pajak. Untuk wajib pajak perorangan batas waktu penyampaian SPT hingga 31 Maret 2018.

Sementara untuk Badan/Perusahaan wajib dilaporkan sebelum 30 April 2018.

Bagi wajib pajak yang terlambat atau tidak menyampaikan SPT akan mendapatkan sanksi denda.

Untuk perorangan akan menerima penerbitan surat tagihan pajak sebesar Rp100 ribu. Sementara untuk Badan/Perusahaan akan menerima denda sebesar Rp1 juta.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyampaikan laporan Surat Pajak Tahunan (SPT) 2018 melalui aplikasi e-Filling, Kamis.

Pemasukan data pribadi Rusli secara daring itu turut disaksikan oleh Kepala KKP.

Gubernur mengatakan pelaporan SPT merupakan komitmennya sebagai warga negara dan juga kepala daerah yang taat pajak.

Terlebih saat ini pelaporan SPT cukup dilakukan melalui aplikasi e-filling sehingga masyarakat tidak perlu mengatri di kantor pajak.

"Saya mengimbau kepada wajib pajak untuk melaksanakan pembayaran dan pelaporan pajak tepat waktu. Pajak menjadi sumber keuangan untuk membangun Indonesia. Dengan membayar pajak kita bertanggungjawab dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan," jelasnya.

Bahan Makanan Penyumbang Inflasi Terbesar Kota Gorontalo

Gorontalo,  (Antaranews Gorontalo) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kelompok bahan makanan menjadi penyumbang terbesar terjadinya inflasi di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Januari 2018 yaitu sebesar 2,20 persen.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Eko Marsoro, Jumat, mengatakan terjadi kenaikan indeks dari 136,29 pada bulan Desember 2017 menjadi 139,29 pada bulan Januari 2018.

"Dari 11 sub kelompok bahan makanan, delapan sub kelompok mengalami inflasi dan tiga kelompok mengalami deflasi," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa kenaikan indeks terjadi pada sub kelompok yang mengalami kenaikan harga, yaitu sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,56 persen.

Lalu sub kelompok ikan segar sebesar 6,53 persen, sub kelompok ikan diawetkan sebesar 1,12 persen, sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya seesar 0,19 persen, sub kelompok sayur-sayuran sebesar 1,64 persen.

Sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,24 persen, sub kelompok buah-buahan sebesar 1,27 persen dan sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,89 persen.

"Sedangkan sub kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,29 persen, sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,51 persen dan sub lemak dan minyak 0,16 persen," kata dia, lagi.

Ia menambahkan bahwa komoditas yang memberikan andil dominan terhadap kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan adalah ikan ekor kuning sebesar 0,14 persen.